Sisi Histori Taman Sari

Umbul Pasiraman Taman Sari Yogyakarta

Taman Sari tidak pernah menjadi rencana tujuan awal kami pada hari itu.

Malah ia sebenarnya adalah opsi terakhir.

Meski begitu, wisata sejarah kali ini memberikan pelajaran yang amat berkesan tidak hanya bagi kami, tapi juga mungkin buat kalian.

Kenapa? ๐Ÿคจ

Memilih Wisata ke Taman Sari

Selasa, 23 November 2021, dua teman saya datang ke rumah untuk menginap.

Yang satu baru saja pulang dari Cirebon, sedangkan satunya lagi baru saja dari berkunjung ke ponpesnya di Temanggung.

Kami menghabiskan malam dengan makan-makan dan bercengkerama setelah lama tak saling jumpa. ๐Ÿ›

Paginya, kami berencana jalan-jalan.

Tidak jauh, di Jogja kota saja kalau bisa. Momen dan waktunya memang kurang pas waktu itu.

Di samping saya yang juga sedang ada ujian (online) di sekolah, salah satu dari mereka juga harus pulang hari esoknya.

Pergi ke tempat wisata di Jogja yang jauh jelas tidak akan sempat, lagi pula kami juga sudah mengunjungi mayoritasnya.

Lalu, ke mana kami akan pergi?

Jogja National Museum

Sebenarnya saya yang paling penasaran dengan tempat tersebut. Menemukannya saja tidak sengaja, ketika sedang melihat-lihat Maps. ๐Ÿ˜

Karena itulah pagi itu saya sudah mantap untuk pergi ke sana, sekadar tahu saja. Oh, seperti ini ternyata tempatnya โ€ฆย 

Kami bertiga pun berangkat. 

Dan kemudian, setibanya di sana, nihil. Ternyata museumnya tutup. ๐Ÿšช

Kata bapak satpamnya, beberapa hari lagi akan ada event di sini. Yang saya tahu, biasanya tentang kesenian, termasuk film.

Kami pun duduk di depan gerbang pintu masuk, sebelum akhirnya diusir karena menghalangi jalan ๐Ÿ˜ yang akhirnya lalu sepakat main ke Taman Sari.

Menerima Tawaran Wisata Sejarah

Saya sendiri tidak terlalu tertarik ke sana, tapi karena mereka meminta dan mungkin sekalian saya juga penasaran bagaimana suasananya sekarang, saya menuruti mereka.

Jauh-jauh hari sebelum ini, tepatnya sebelum pandemi, saya sekeluarga juga sempat dua kali ke sini.

Tapi sialnya, waktu itu lagi ramai-ramainya. Berjalan saja susah. ๐Ÿ˜ต

Nah, kebetulan sekarang sedang sepi, jadi kami bertiga bisa lebih santai menikmatinya dan mengambil lebih banyak foto. ๐Ÿ“ธ


Setelah membayar tiket, kami bertiga masuk.

Langsung memfoto bangunan depannya, dan kembali berjalan.

foto pintu masuk wisata Taman Sari Jogja
foto pintu masuk

Sesampainya di Umbul Pasiraman/Umbul Binangun, seorang bapak-bapak pemandu menawarkan diri.

Saya sempat ingin menolak, tapi daripada hanya berjalan-jalan dan mengambil foto, lumayan lah, bisa sambil menambah dua-tiga wawasan mengenai Taman Sari ini. ๐Ÿ˜

Kami menerima tawaran tersebut.

Sejarah Taman Sari yang Mungkin Belum Kalian Tahu ๐Ÿง

Tidak salah kami menerima tawaran dari beliau.

Sejak pertama berjalan, beliau langsung bercerita tentang sejarah bangunan ini.

Yogyakarta didirikan pada 1756 M, sedangkan Taman Sari dibangun tahun 1758 M, tepat dua tahun setelahnya.

Keseluruhan bangunan unik di sini memiliki luas sekitar 10 hektare. ๐Ÿ˜ฒ

Dan kalian tahu, butuh berapa lama untuk membangun semua bangunan yang sedemikian megahnya ini? ๐Ÿค”

Hanya tujuh tahun.

Memang agak sulit untuk menalarnya, apalagi di zaman itu semuanya masih serba manual, dikerjakan dengan tangan. โš’

Dan hebatnya lagi, bangunan ini bisa bertahan hingga hampir tiga abad lamanya.

Material apa yang digunakan untuk membangun Taman Sari?

Kata si bapak, ia terbuat dari campuran air, bata merah, dan serah legen (dibaca seperti kalian membaca โ€˜kerenโ€™).

Serah legen sendiri berarti โ€˜nira arenโ€™. Kalian googling saja. Saya juga lupa-lupa ingat ๐Ÿ˜

Menariknya lagi, serah legen ini ternyata dipasok langsung dari Sragen yang kata si bapak, adalah akronim dari serah legen (seragen).

Tapi tentang benar atau tidaknya, saya juga kurang tahu. Yang jelas, dari yang saya baca, dulu memang ada hubungan sejarah antara Sragen dan Yogyakarta ini.

Taman Sari Tempo Hari

Masih bicara sejarah … ๐Ÿ“œ

Dulu, entah tahun berapa, area Taman Sari dan sekitarnya, atau mungkin lebih luas lagi, merupakan sebuah danau. ๐Ÿ˜ฒ

Karena itulah, tidak heran si bapak juga bercerita dan menunjuk beberapa titik di sini yang dulunya berfungsi sebagai dermaga kesultanan.

Bahkan, ada juga terowongan bawah tanah yang di masa itu terletak di bawah air.

Tidak terbayang jika terowongan itu sampai kebanjiran. ๐Ÿ˜ฑ

Walau demikian, meski sudah berkeliling dan mendengar sejarah-sejarahnya, ada satu tempat yang sejak pandemi masih belum buka.

Katanya, memang dari pihak Kraton Yogyakarta sendiri yang menutup tempat tersebut.

Mungkin sebagian besar dari kalian juga sudah tahu, karena tempat ini menjadi salah satu spot foto di Taman Sari yang paling instagrammable, katanya. ๐Ÿ‘€

Tempat itu adalah Sumur Gumuling.

Sumur Gumuling Taman Sari Yogyakarta
Sumber: pegipegi.com

Ini video di lorong Taman Sari.

Akhirnya, perjalanan kami berakhir begitu kami tiba di pintu keluarnya, yang ternyata langsung menuju ke parkiran motor.

Saya sendiri sempat heran, kok bisa sudah sampai di sini. ๐Ÿ˜…

Tips Sebelum Berkunjung ke Wisata Taman Sari

1๏ธโƒฃ Kalau kalian pakai mobil, menurut saya pribadi, lebih enak parkir di luar

Di dekat pohon beringin yang berada di tikungan menuju lokasi Taman Sari, ada tempat parkir yang lumayan luas. Banyak mobil pengunjung yang diparkir di situ. Bisa juga untuk parkir bus. ๐ŸšŒ

Area parkir di dalam area Taman Sari terhitung sempit, apalagi kalau lagi ramai. Jalur keluar-masuk penuh sesak.

2๏ธโƒฃ Harga tiket masuk wisata Taman Sari sangat murah. Di bawah sudah saya cantumkan, tapi boleh jadi bakal berubah.

Cek saja akun resmi Instagram mereka, sudah saya cantumkan juga di bawah. ๐Ÿ˜‰

3๏ธโƒฃ Ada baiknya bawa payung karena di sini agak sulit mencari tempat berteduh. โ˜‚๏ธ

Mau beli sekarang? Klik link perlengkapan traveling di bawah โฌ‡๏ธ๐Ÿ˜‰

4๏ธโƒฃ Sudah ada banyak warung dan penjual jajanan/minuman di sini. ๐Ÿงƒ๐ŸŒฏ

Mau bawa bekal sendiri? Sudah punya wadahnya?

Beli saja sekarang, di link perlengkapan traveling. โฌ‡๏ธ๐Ÿ˜‰


Selamat berwisata ๐Ÿ‘‹๐Ÿป

Rekomendasi Tempat Wisata Lainnya Buatmu ๐Ÿ‘๐Ÿป

Kamu Bakal Suka dan Butuh Ini โฌ‡๏ธ๐Ÿ˜‰


Informasi, Lokasi, dan Ulasan Wisata Taman Sari Yogyakarta

AlamatPatehan, Kec. Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Jam Buka Seninโ€”Minggu: 09.00โ€”15.00
Harga Tiket Masuk
Wisatawan Lokal: Rp15.000
Wisatawan Asing: Rp25.000
Parkir
Motor: Rp2.000
Mobil: Rp5.000
Info lengkap ๐Ÿ‘‰๐Ÿป situs resmi Jogja kota
๐Ÿ‘‰๐Ÿป Akun Instagram resmi wisata Taman Sari Jogja 
Silakan ๐Ÿ‘‰๐Ÿป review lengkap wisata Taman Sari Jogja di Google Maps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA compliant image DMCA.com Protection Status