Ini baru hari kedua liburan semester, tapi kesibukan di rumah kami sudah dimulai jauh-jauh hari sebelumnya. Libur panjang, agenda kami masih sama: menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah simbah di Cilacap. Hanya saja, kali ini rute perjalanan agaknya akan berbeda dari biasanya. Menuju Salatiga.

Belokan Pembeda

Siang hari, Selasa, 7 Desember 2021, hampir semua barang sudah dimasukkan ke dalam mobil. Penuh. Saya pun, paginya juga sudah membeli seliter kopi untuk diminum di sepanjang perjalanan. Kami berangkat pada jam-jam saya biasanya tidur, siang hari, karena itulah saya membeli seliter kopi tersebut.

Rutenya ke arah Magelang. Saya sudah hafal betul. Berkali-kali ke Temanggung, hampir tidak mungkin saya bakal lupa jalannya.

Lewat satu jam, atau hampir satu jam, mobil berhenti di sebuah perempatan besar yang cukup familiar. Bukan di tengah kotanya. Banyak dari kalian yang mungkin juga sudah tahu. Perempatan dengan sebuah bangunan hotel dan pusat perbelanjaan besar yang berdiri megah di salah satu sudutnya. 

Ya, itu adalah perempatan “Artos”.

Belokan ini menjadi pembeda. Kalau biasanya kami, apalagi saya, langsung lurus terus menuju Temanggung, kini kami berbelok dan mencoba pengalaman baru.

Senja yang Memukau di Salatiga

Kalau kalian pernah ke Guci Gung di Tegal, Lembang di Bandung, Kaliurang di Yogyakarta, Baturaden di Purwokerto, atau wisata dataran tinggi lainnya, Salatiga juga mirip-mirip semisal itu. Jalan yang semakin menanjak dan diapit oleh ladang perkebunan khas daerah dataran tinggi. Bagi orang yang tinggal di kota, puas sekali rasanya bisa mengunjungi tempat-tempat seperti ini. Haha … 

Kalian naik mobil gardan depan? Tidak masalah. Jalannya tidak terlalu menanjak, masih bersahabat. Kami sekeluarga menggunakan Nissan Grand Livina dan alhamdulillah sehat-sehat saja.

***

Sebagaimana kebanyakan orang yang baru pertama kali memasuki suatu kota, Salatiga cukup membingungkan kami. Jalanan dengan gang-gang seperti di Solo, juga satu-dua jalan memutar cukup panjang yang rasa-rasanya agak mirip Semarang. Tapi selama ada sinyal, semua itu bisa teratasi dengan Maps.

Selepas perjalanan singkat dan santai itu, akhirnya tiba juga kami di hotel yang kami tuju. Hotel Grand Wahid namanya.

bagian depan Grand Wahid Hotel Salatiga
bagian depan
lobby Grand Wahid Hotel Salatiga
lobby
Alamat Hotel Grand Wahid Salatiga ini ada di Jl. Jend. Sudirman No. 2. Inilah hotel Salatiga pertama yang kami pilih untuk singgah.

Kami menurunkan barang, check-in, masuk kamar lalu beres-beres, dan tibalah saatnya untuk menikmati pemandangan sore hari di Salatiga. Kebetulan kamar yang kami pesan menghadap ke kota dan juga gunung di belakangnya. Semburat senja menyeruak indah dari balik gunung, dan disertai sedikit gerimis, sore kala itu benar-benar berkesan.

pemandangan gunung dari Grand Wahid Hotel Salatiga
pemandangan gunung dari Grand Wahid Hotel Salatiga
pemandangan gunung dari Grand Wahid Hotel Salatiga
pemandangan gunung dari Grand Wahid Hotel Salatiga
pemandangan gunung dari Grand Wahid Hotel Salatiga
pemandangan gunung dari Grand Wahid Hotel Salatiga
pemandangan gunung dari Grand Wahid Hotel Salatiga

Koleksi yang Mengagumkan

Sesaat sebelum Maghrib, saya sempat turun dan berkeliling hotel, mengambil sebanyak mungkin foto untuk dijadikan ulasan, termasuk untuk bahan artikel ini.

Waktu itu saya berjalan ke belakang. Awalnya saya pikir, di parkiran hotel ini ada jalan memutar menuju belakang yang lalu tembus keluar entah ke mana. Ternyata tidak. Buntu. Alhasil, yang saya dapati saat itu adalah kolam renang yang lumayan besar dan dilengkapi dengan perosotan anak-anak.

Saya belum menemukan sesuatu yang mengesankan, hingga malam menurunkan tirainya …

***

Tepat setelah Maghrib, atau kalau tidak salah, mendekati Isya, kami sekeluarga turun dari kamar. Niatnya ingin berjalan-jalan sebentar, keluar hotel sembari melihat-lihat sekitar, juga sekalian membeli beberapa kebutuhan untuk di perjalanan besok.

Baru pada saat inilah, apa yang tadi saya bilang mengagumkan itu terlihat di depan mata.

Jadi, sebelum keluar hotel, kami sempat ke halaman belakangnya. Penasaran, ada apa saja di sana. 

Ternyata, persis di belakang kolam renang yang tadi saya lihat waktu sore, ada sebuah kandang besar, letter L, berisi kumpulan jenis burung yang merupakan koleksi si pemilik hotel—mungkin(?). Sudah seperti tempat penangkaran, beragam sekali jenisnya. Dan tidak hanya burung, kura-kura sebesar bola basket yang entah apa jenisnya, juga ada di sini.

Ini jelas sangat menarik buat anak-anak. Kolam renang dengan perosotan, ada gazebo-gazebo, ada kebun binatang mini. Bocah mana yang tidak suka dengan semua ini? Hahaha …

Akhirnya, dari semua itu, kesimpulan saya, kalau kalian mencari hotel di Salatiga kota dengan view yang bagus, pilih saja hotel ini. Selain dilengkapi fasilitas ramah anak, lokasi hotel ini juga cukup dekat dengan Taman Wisata Kopeng. Membuat agenda singgah kalian jadi lebih segar dan menyenangkan.

***

Barusan ini (4 Januari 2021) saya googling, ternyata salah satu julukan Salatiga adalah “Kota Transit”. Hahaha. Kebetulan cocok sekali dengan kami yang pada hari itu memang hanya berniat singgah di sana.

Nah, buat kalian yang juga mau ikutan transit di Salatiga dan selanjutnya pergi entah ke mana terserah, bagaimana, masih berpikir dua kali untuk menginap di sini?

Punya rekomendasi tempat wisata menarik di Salatiga? Ceritain, yuk!

Bersama, kita eksplorasi dan semarakkan pariwisata Salatiga!


Informasi, Lokasi, dan Ulasan Hotel Grand Wahid Salatiga

AlamatJl. Jend. Sudirman No.2, Salatiga, Kec. Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah – 50711
Untuk mengetahui harga kamar Hotel Grand Wahid Salatiga ataupun informasi lainnya yang kalian butuhkan, langsung saja kunjungi situs resminya di sini.
Silakan lihat foto-foto dan ulasan saya tentang Hotel Grand Wahid Salatiga di Google.
Artikel SebelumnyaSisi Histori Taman Sari
Artikel BerikutnyaTouring Keluarga: Mencari Hotel di Simpang Lima #2

Tinggalkan Komentar