Dua Kilometer yang Tenang dan Menghanyutkan – Bag. 2

rekomendasi tempat wisata alam bagus seru menarik di Gunungkidul - river cave tubing susur sungai gua Goa Pindul Sungai Oya Oyo

Setelah membayar tiket, kami dan para pengunjung lainnya benar-benar mendapatkan pelayanan di sini—yaiyalah. 🙃

Pemandu menyuruh kami makan sup ayam dulu di warung yang letaknya tepat di sebelah parkiran.

Makan siang ini sudah termasuk dari harga tiket tadi.

Puas menikmati sop ayam, para pengunjung melangkah menuju base.

Mengambil rompi pelampung, berganti pakaian, beberapa lagi membeli waterproof case di para pedagang keliling, dan kemudian mendengarkan instruksi dari pemandu. 🎽

Ia meminta kami untuk selalu mengikuti rombongan; dan bila ingin berpisah atau pulang duluan, hendaknya mengabari salah satu pemandu rombongan.

Tak lama, rombongan pun bergantian naik ke atas mobil bak (pick up).

Karena jumlah pengunjungnya lumayan banyak, ada tiga mobil yang disediakan di sini.

Sesaat kemudian, ketika seluruh pengunjung sudah naik dan siap, ketiga mobil yang kami naiki segera meluncur, menggerung bersama teriakan beberapa pengunjung yang tak kalah berisiknya.

Menuju Gua Pindul … 🚛

Pintu Masuk ke Gua Pindul

Mobil sudah tiba di depan pintu masuk menuju Gua Pindul.

Para pengunjung turun dari mobil.

Bersama beberapa pemandu, kami berjalan menaiki anak tangga lalu mengambil ban pelampung yang tertumpuk di pinggir jalan setapak menuju Gua Pindul.

Rombongan berjalan lagi, sambil menenteng ban, hingga sampai di depan mulut Gua Pindul.


Sejak memasuki mulut gua, para pemandu sudah memberikan instruksi agar para wisatawan duduk di atas ban pelampung.

Demi keamanan, karena begitu masuk ke mulut gua, air sudah semakin dalam. 

Para pemandu lalu dengan sigap mulai mengikat setiap ban, satu per satu; mengular sampai belakang.

Ya, di Gua Pindul ini para pengunjung akan menyusurinya dengan ban yang ditarik para pemandu.

Mereka berjaga di depan, di tengah, dan di belakang rombongan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh peserta rombongan.

Mengecek apakah ada tali yang lepas, sandal atau ponsel yang tercebur, juga membantu memberikan penerangan di dalam gua. 🔦

Dari depan, rombongan mulai ditarik masuk ke dalam gua.

Terus seperti itu, perlahan, hingga genap masuk seluruhnya.

Lalu mulailah, cerita dari para pemandu dan teriakan heboh para pengunjung saling bersahutan, menggema memenuhi gua sepanjang 350 m dan lebar 5 m ini.

Daya Tarik Wisata di Gua Pindul

Bagian dalam gua ini sebetulnya indah, tapi karena bentuknya yang memanjang—dan memang sangat panjang, pada sebagian titik di gua ini jadi tidak terkena sinar matahari.

Tapi di dekat pintu keluar gua, ada sebuah lubang besar menganga dari atas, membuat cahaya matahari masuk dan menerangi gua. 

Dan kebetulan sekali, lubang itu berada di atas salah satu sudut yang biasanya menjadi tempat favorit para wisatawan untuk singgah.

Di situ biasanya mereka akan mampir sebentar untuk sekadar duduk-duduk, berfoto, atau bahkan melompat dari atas.

Para pemandu biasanya akan menghentikan rombongan di area tersebut karena letaknya juga memang sudah dekat dengan pintu keluar gua.

Bahkan, kalau mau keluar sendiri juga bisa, asal tetap memakai pelampung—kedalaman di titik ini mencapai sekitar 5 m.

Yang bakal kalian butuhkan di sini:


Catatan:

  • Durasai waktu ketika menyusuri Gua Pindul ini biasanya sekitar satu jam, yang nanti akan berakhir di sebuah dam. ⏱
  • Tetap ikuti arahan dari pemandu, termasuk aturan untuk TIDAK MELEPAS PELAMPUNG.

    Sebaiknya juga, gunakan sandal jepit atau sandal berbahan karet lainnya.

    Sandal-sandal seperti itu, selain ringan, juga tidak akan hilang tenggelam karena akan mengapung ke permukaan lagi nanti.

Lanjut lagi ke 👉🏻 Sungai Oya

DMCA compliant image
error: Halo, butuh konten apa?
DMCA.com Protection Status